Senin, 06 Agustus 2012

KEPEMIMPINAN


Kepemimpinan pada dasarnya merupakan tindakan yang dilakukan oleh seorang pimpinan dalam mengarahkan, membimbing, mempengaruhi atau menguasai orang lain sehingga mau melakukan sesuai yang disampaikannya. Kepemimpinan ini diperlukan oleh setiap pimpinan organisasi untuk mampu mengendalikan keseluruhan sumber daya yang ada sehingga mampu diarahkan menuju pencapaian tujuan yang ditetapkan. Kepemimpinan dipandang penting dalam organisasi guna menciptakan suatu pengkordinasian yang baik antar sumber daya organisasi yang ada. Uraian tersebut senada dengan pendapat Hadari Nawawi (1992: 79-80) mengemukakan pengertian kepemimpinan, yaitu :
Kepemimpinan adalah proses menggerakkan, membimbing, mempengaruhi, mengawasi pikiran, perasaan atau tindakan dan tingkah laku orang lain.
Kepemimpinan adalah tindakan/perbuatan diantara perseorangan dan kelompok yang menyebabkan, baik orang seorang maupun kelompok bergerak ke arah tujuan tertentu. Kepemimpinan tampak dalam proses dimana seseorang mengarahkan, membimbing, mempengaruhi dan atau mengawasi pikiran-pikiran, perasaan-perasaan atau tingkah laku orang lain.
Pengertian tersebut telah memandang kepemimpinan sebagai proses mengarahkan, membimbing, mempengaruhi atau mengawasi seseorang. Lebih lanjut dipandang bahwa kepemimpinan sebenarnya sebagai upaya untuk mempengaruhi atau memaksakan suatu kehendak seseorang sehingga oleh orang lain atau kelompok mampu direspon dengan baik dan mau melakukannya. Makanya kepemimpinan ini biasanya dilakukan oleh seseorang yang memiliki kekuasaan sebagai pimpinan, di mana seorang pimpinan tersebut memaksa atau mempengaruhi anak buahnya untuk mampu mengerjakan  tugas dan tanggung jawabnya.
M. Ngalim Purwanto (1992: 33) mengemukakan pendapatnya tentang pengertian kepemimpinan, yaitu :
Kepemimpinan atau leadership adalah setiap sumbangan terhadap terwujudnya atau terciptanya tujuan-tujuan kelompok/golongan. Atau dengan kata lain ”Kepemimpinan” adalah tindakan /perbuatan diantara perseorangan dan kelompok yang menyebabkan baik orang seorang maupun kelompok, maju ke arah tujuan-tujuan tertentu.
Pada dasarnya pendapat di atas memandang bahwa kepemimpinan adalah sebagai tindakan atau perilaku seseorang untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok  agar mau melakukan dan mewujudkan  tujuan-tujuan yang diharapkan. Jadi dalam pengertian ini kepemimpinan tersebut hanyalah sebuah tindakan yang memiliki kemampuan untuk menyebabkan orang lain terpengaruh, sehingga dalam hal ini tidak ada batasan bahwa orang yang mempengaruhi dan orang yang dipengaruhi berada dalam satu organisasi atau tidak.
Kepemimpinan merupakan kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan suau unit kerja untuk mempengaruhiperilaku orang lain terutama bawahannya untuk berpikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi (S.P Siagian, 1985: 24). Dengan kewenangan yang dimilikinya, seorang pimpinan dapat melakukan pembinaan stafnya untuk menunjukan performance yang positif. Dalam hubungan dengan kegiatan organisasi, kepemimpinan merupakan proses yang digunakan oleh seseorang untuk mempengaruhi anggota kelompok ke arah pencapaian tujuan-tujuan kelompok atau organisasi (Greenberd & Baron, dalam Marwansyah & Mukaram, 2000: 167).
Hersev & Blanchard (1977: 4), merumuskan pengertian kepemimpinan sebagai berikut : ”A leadership is any time on attempts to impact the behavior of an individual or group regardless of the reason. It may be for one’s own goals or a friend’s goals, and they may or may not he congruent with organizational goals’.
Pengertian di atas, menggambarkan bahwa kepemimpinan adalah setiap upaya seseorang yang mencoba untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau perilaku kelompok. Upaya mempengaruhi perilaku itu bertujuan untuk mencapai tujuan perorangan, seperti tujuan diri sendiri atau teman. Tujuan perorangan tersebut, mungkin bersamaan atau mungkin berbeda dengan tujuan organisasi. Hal senada dikemukakan Welt Stogdill (1948) yang dikutip oleh Aminah (1999:24), bahwa :”Leadership is the process of influencing group activities toward goal setting and goal achievement”.
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan kelompok dalam upaya menyusun dan mencapai tujuan. Sedangkan Gorge R. Terry (1964) merumuskan bahwa: ”Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang agar suka berusaha mencapai tujuan kelompok”
Dalam dimensi lainnya, kepemimpinan dapat dipandang sebagai seni (art), kesanggupan (ability) atau teknik (technique) untuk membuat sekelompok orang (bawahan) dalam organisasi formal mentaati segala apa yang dikehendakinya atau membuat mereka antusias dan bersemangat untuk mengikutinya (Atmosudirdjo, 1979: 42). Dalam pendapat lainnya, Karjadi (1979: 23), merumuskan pengertian kepemimpinan sebagai berikut:
Kepemimpinan adalah memprodusir dan memancarkan pengaruh terhadap kelompok orang-orang tertentu sehingga mereka bersedia (willing) untuk berubah pikiran, pandangan, sikap kepercayaan dan sebagainya; di dalam organisasi formal, maka kepemimpinan itu membuat semua anggota bergiat dan berdaya upaya memahami dan mencapai tujuan-tujuan yang ditentukan oleh pemimpin.
Dari pendapat-pendapat di atas, dapat disimpulkan tiga unsur utama yang ada dalam kepemimpinan, yakni (1) adanya unsur yang fungsinya mempengaruhi; (2) adanya unsur yang dipengaruhi untuk mencapai tujuan.
Secara rinci , stogdill (1948) dalam Aminah (1999: 26-28), mengemukakan sepuluh dimensi dalam kepemimpinan, yakni :
Kepemimpinan adalah seni untuk menciptakan kesesuaian paham dalam suatu kelompok. Upayanya dilakukan melalui pembinaan kerjasama dan pemberian dorongan sehingga orang lain dapat mengikuti serangkaian tidakan dalam mencapai tujuan.
Kepemimpinan merupakan upaya persuasi atau himbauan, bukan paksaan.
Kepemimpinan adalah kepribadian yang tercermin dalam sifat dan watak yang unggul sehingga keunggulan itu menimbulkan pengaruh terhadap pihak yang dipimpin.
Kepemimpinan adalah tindakan atau perilaku untuk mengarahkan kegiatan bersama dalam mencapai kepentingan dan tujuan bersama.
Kepemimpinan merupakan focus dari proses kegiatan kelompok sehingga kepemimpinan ini dapat melahirkan gagasan baru, perubahan baru, dan suasana yang kondusif untuk menumbuhkan aktifitas kelompok.
Kepemimpinan merupakan hubungan kekuasaan, dalam arti bahwa pihak yang memimpin lebih banyak mempengaruhi orang lain daripada dipengaruhi orang lain.
Kepemimpinan merupakan sarana untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini, pemimpin merupakan kekuatan dinamik yang dapat mendorong, mengarahkan, dan mengkordinasikan sumber-sumber yang ada untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Kepemimpinan terjadi sebagai interaksi antara seseorang dengan orang lain atau kelompok. Kepemimpinan terwujud dalam proses sosial dan merupakan akibat dari perilaku kelompok yang mengakui dan mendukung kepemimpinan tersebut.
Kepemimpinan adalah peran yang berbeda. Seorang pemimpin mempunyai peran yang berbeda dengan orang yang dipimpin. Perbedaan ini terjadi karena berbagai kelebihan atau keunggulan yang diakui oleh orang lain.
Kepemimpinan merupakan jabatan inisiasi yang berstruktur. Artinya, kepemimpinan bukan jabatan pasif melainkan sebagai jabatan aktif dan berinisisatif di dalam suatu struktur kegiatan mencapai tujuan.
Kepemimpinan yang efektif sangat mendukung kelangsungan hidup dan keberhasilan suatu organisasi, apapun bentuk kegiatan organisasi tersebut, banyak sekali definisi tentang kepemimpinan yang disampailan para ahli, akan tetapi tidak ada satu apapun yang sama, tergantung dari sudut mana para ahli tersebut melihatnya.
Berikut ini pengertian kepemimpinan yang disampikan oleh beberapa ahli dibidang kepemimpinan.
Pengertian kepemimpinan dikemukakan oleh banyak ahli, antara lain
adalah Goerge P Terry dalam FX Sudjadi (1991;44) bahwa:
"leadership is the activity of influencing exercised to strive willingly for group objectives"
Sedangkan menurut Robert Tenenbaum, Irving R Wischler dan Fred Massarik sebagaimana dikutip oleh Siagian (1982;33)
"leadership is interpersonnal influence exercised in a situation and directed, through the communication process, toward the attainment of a specialized goal or goals" ( kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang terjadi pada suatu keadaan dan diarahkan melalui proses komunikasi kearah satu tujuan atau tujuan-tujuan yang telah ditetapkan)
Menurut Koontz, Harold daiCyrill O'Donnell (1980; 48) "leadership is influencing people to follow in the achievement of a common goal ". Kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum. Dari berbagai definisi tersebut, Blachard sebagaimana dikutip oleh Wahjosumidjo (1984:98) mengemukakan bahwa timbul kesepakatan diantara para ahli manajemen, bahwa pada akhimya kepemimpinan didefinisikan sebagai berikut:
"           that leadership is the process of influ`encing the activities of an individual or a group in effort toward goal achievment in a given situation"(kepemimpinan adalah proses dalam mempengaruhi kegiatan-kegiatan seseorang atau kelompok dalam usahanya mencapai tujuan tertentu dalam situasi tertentu)
Dari pandangan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kepemimpinan memiliki arti bahwa pengaruh antar pribadi yang terjadi pada suatu keadaan dan diarahkan melalui proses kepemimpinan kearah satu tujuan atau tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
Dari beberapa pengertian atau definisi yang dikemukakan oleh para ahli tersebut, pada hakikatnya kepemimpinan memiliki tugas yang secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Pemimpin memiliki peran  tanggung jawab (responsibility)
Mengandung arti bahwa keberhasilan atau kegagalan organisasi dalam mencapai tujuannya, mutlak menjadi tanggung jawab pimpinan. Termasuk tanggung jawab adalah
a. Keberhasilan menyelesaikan masalah-masalah khusus
     b. Melakukan evaluasi terhadap tugas-tugas yang dilaksanakan
     c. Bekerjasama dengan bawahan dan sekaligus bertanggungjawab terhadap segala aktivitas yang dilakukan bawahan, sepanjang menyangkut kepentingan perusahaan.
2. Pemimpin harus mampu menciptakan keseimbangan dalam rangka mencapai berbagai tujuan. Untuk itu diperlukan;
a. Pemimpin selalu memahami berbagai hasil, problematika dan kebutuhan organisasi
b. Mengingat keterbatasan sumber daya yang ada, maka pemimpin harus bertindak adil terhadap bawahan, tugas, problem dan kebutuhan yang ada.
c. Kemampuan menentukan skala prioritas yang hendak dicapai dalam tujuan Organisasi.
d. Kemampuan melihat tepat kemampuan bawahan untuk mengerjakan tugas-tugas, dan membagi habis tugas kepada bawahan dengan deskripsi yang jelas.
3.  Pemimpin adalah seorang pemikir yang konseptual
a. Tidak hanya dapat bekerja dengan bawahan, namun juga atasan, dan rekan  bekerja yang satu aras (level)
b. Pemimpin harus mampu berfungsi sebagai channel communication dalam organisasi (perusahaan)
 c. Mampu bekerja sama untuk mencapai tujuan jangka panjang, menengah dan jangka pendek.
5. Pemimpin adalah seorang politisi.                               
Sebagai seorang politisi harus mampu bertindak persuasif dan kompromistis demi pengembangan tujuan organisasi atau perusahaan, dan perlu adanya penyebar jejaring kerja (networking) yang lebih luas dengan pemimpin lain
6. Pemimpin adalah penengah.
a. Dalam kehidupan organisasi (perusahaan) adakalanya terjadi selisih pendapat, baik internal maupun eksternal yang berakibat pada semangat dan produktivitas kerja pegawai, serta hilangnya kepercayaan para pegawai, atau organisasi lain serta masyarakat
b. Dalam hal demikian pemimpin harus mampu menjadi penengah dengan win-win solution
7. Pemimpin adalah pengambil keputusan
Sebagai pengambil keputusan (decision maker), pemimpin kerap dihadapkan pada berbagai macam pendapat tentang kebijaksanaan organisasi
8. Pemimpin adalah seorang diplomat
Dalam kapasitas dan perannya sebagai diplomat, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk menjadi wakil resmi (Official Liaison) organisasi atau perusahaan pada berbagai keadaan, dan pendapat tentang organisasi yang dipimpinnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar